regulation and logistics news

Biaya logistik masih menjadi kendala yang memangkas daya saing produk lokal. Menteri Perhubungan menargetkan pangsa pasar transportasi laut untuk angkutan barang mencapai 20% pada 2019 mendatang. Harapannya, biaya logistik bisa turun menjadi 20% terhadap Product Domestic Brutto.

“Target lainnya, pangsa kereta api penumpang sebesar 7,5 % dan barang 5,5%, waktu tempuh rata-rata moda jalan 2,2 jam/100 Km, pangsa pasar angkutan umum sebesar 32% dan on time performance penerbangan sebesar 95%,” kata Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan

Menurut dia, mempercepat pembangunan sistem transportasi multimoda dengan prioritas penguatan peran angkutan laut dan kereta api menjadi bagian dari arah Kebijakan pembangunan transportasi tahun 2015-2019. Hal ini mengacu pada penjabaran Visi dan Misi presiden yang tertuang dalam NAWACITA dan sesuai dengan RPJMN 2015-2019 serta Rencana Strategis Kementerian Perhubungan tahun 2015-2019.

Read more: Upaya Pemerintah Dongkrak Pangsa Angkutan Barang via Laut

Pusat tekanan rendah yang Jumat lalu teridentifikasi di Laut Arafuru bagian utara telah tumbuh menjadi Siklon Tropis Blance hari ini, Minggu, 5 Maret 2017 tepatnya pada pukul 13.00 WIB siang tadi, di perairan sebelah barat Darwin, Australia. Kecepatan angin di dekat pusat Siklon Tropis Blance saat ini mencapai 75 km/jam dan tekanan udara minimum di pusatnya tercatat 992 hPa. Siklon tropis Blance diperkirakan bergerak menuju barat daya mencapai wilayah Kalumburu, Australia Barat esok hari, Senin, 6 Maret 2017 pukul 13 WIB. Keberadaan siklon tropis Blance mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia.

Sementara itu, fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dengan intensitas sedang saat ini tengah melintasi Sumatera dan menimbulkan peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. MJO diperkirakan terus bergerak ke timur dengan intensitas melemah.

Batas seruakan udara kering dari perairan sebelah barat Australia saat ini berada di perairan sebelah selatan Jawa, dengan intensitas lemah. Kondisi ini diperkirakan masih akan stabil hingga 2 hari kedepan.

Read more: SIKLON Tropis Blance dan Kondisi Cuaca Di Indonesia 5 Maret 2017

JAKARTA. Kemterian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terutama para Kepala Syahbandar dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) agar tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrim dan gelombang tinggi yang masih terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia.

Instruksi tersebut dikeluarkan lewat Maklumat Pelayaran No. 21/II/DN.17 tanggal 13 Februari 2017 menyusul adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofosika (BMKG) yang memperkirakan bahwa pada tanggal 12 -18 Februari 2017 akan terjadi cuaca ekstrim dengan gelombang setinggi 2,5 - 4 meter serta hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada beberapa wilayah perairan Indonesia.

Perairan-perairan yang tersebut diantaranya Perairan Sabang, Perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Perairan Timur Kep.Riau dan Lingga, Laut Natuna, Perairan Kep.Natuna dan Anambas, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa, dan Perairan Kep. Sangihe-Talaud.

Read more: Kemhub Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Daerah

JAKARTA, KOMPAS.com - Infrastruktur transportasi sangat memengaruhi dua hal, yakni pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Namun, untuk keberhasilan pembangunan infrastruktur transportasi, perlu dukungan semua pihak.

Menurut pengamat transportasi dari Universitas Gadjah Mada Danang Parikesit, dukungan ini juga perlu dibarengi oleh komitmen dari pihak-pihak terkait.

"Kita menyayangkan sekali seperti kereta api Sulawesi, karena ngga ada uang jadi tidak dibangun. Padahal itu bisa mengurangi biaya dan membantu logistik," ujar Danang kepada Kompas.com, usai Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Read more: Keberhasilan Infrastruktur Transportasi Tergantung 3 Hal

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengeluarkan aturan untuk layanan transportasi berbasis aplikasi.

Aturan tersebut dirangkum dalam Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan No 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

"Permen itu mengatur angkutan tidak dalam trayek, seperti taksi, angkutan sewa, carter, pariwisata, dan lainnya," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar kepada KompasTekno, Rabu (20/4/2016).

Read more: Kemenhub Keluarkan Aturan Transportasi Berbasis Aplikasi